Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Tuesday, December 12, 2017
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Hukum & Kriminal » Dukcapil Manado Temukan KTP Palsu Berblangko Warga Kakenturan Bitung

Dukcapil Manado Temukan KTP Palsu Berblangko Warga Kakenturan Bitung 

Dukcapil Manado Temukan KTP Palsu Berblangko Warga Kakenturan Bitung

SULUTDAILY|| Manado- Tiba tiba suasana kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Manado jadi ramai, ketika staf Dukcapil berhasil mendeteksi  Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu, saat KTP tersebut diminta untuk dilegalesir, Rabu (11/10/2017) siiang.

Seorang bapak yang mengaku pengacara bersama seorang warga asal Poso berinisial DKE ditahan sementara untuk ditanyai dan kemudian diserahkan ke polisi. Terungkap, KTP yang akan dilegelisir itu setelah di scan dan dideteksi cip yang ada dalam blangkonya adalah milik Kasmawati warga Kelurahan Kakenturan Kota Bitung.

“ Anak ini sudah memiliki e-KTP asal Poso yang suda pindah alamat Kelurahaan Banjer, Kecamatan Tikala, Lingkungan III . Tapi saat tes masuk TNI,  tidak diterima jika hanya surat keterangan saja . Karena terdesak , maka dibayar orang untuk pembuatan e-KTP tersebut,” jelas,”pendamping DKE yang enggan memberitahukan namanya.

Kepala Dinas Dukcapil ManadoKepala Dukcapil Manado Julises Oehlers mengatakan  oknum pemilik KTP palsu diketahui saat petugas hendak melakukan legalesir KTP.  “ Saat melakukan scan, dideteksi chip dalam blanko sudah dimiliki orang lain warga asal Kota Bitung. Sementara, yang mempunyai KTP merupakan warga Poso yang hendak melakukan tes masuk TNI di Manado, dengan inisial DKE,” ujar Kadis Oehlers kepada wartawan.

Dukcapil kini telah menyerahkan kasus ini ke pihak Kepolisian untuk diusut lebih dalam, siapa dalang dibalik makelar blanko KTP seperti ini. Sehingga, dengan kejadian itu, KTP palsu tersebut ditahan, dan oknum pemilik KTP berama pendampingnya ditangani pihak kepolisian untuk dimintakan keterangan.  “Kami hanya ingin mencari tau, siapa dalang dibalik pemalsuan KTP ini,” kata Oehlers.(Jr)