Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Saturday, November 17, 2018
  • Formulir Kelengkapan Persyaratan Administrasi Dapat Di Unduh Pada http://kpu-sulutprov.go.id
  • PENGUMUMAM PENDAFTARAN CALON ANGGOTA KPU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA PERIODE 2018-2023
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Nasional » Dibalik Kawasan Terpencil Dan Terisolir Terdapat Tempat Rekreasi “Guwo Lawo”

Dibalik Kawasan Terpencil Dan Terisolir Terdapat Tempat Rekreasi “Guwo Lawo” 

506e25cc-622a-45cc-86b5-835d48050da8

SULUTDAILY // Rembang –  Potensi Dusun Ngotoko Desa Pasedan, Kecamatan Bulu ternyata memiliki potensi alam mengagumkan yang selama ini belum diketahui, karena akses jalan yang sangat jelek kondisi geografisnya berada di kawasan terpencil tengah hutan, perbatasan antara Kabupaten Rembang dengan Kabupaten Blora.

Potensi terpendam itu berupa buah durian, makam kakak beradik yang dipercaya dulunya murid Pangeran Diponegoro dan 4 buah gua yang ada didaerah itu.

Dengan adanya potensi alam yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya dan buah durian Ngotoko memiliki rasa manis dan legit, rencananya Dukuh Ngotoko akan kita buat kawasan agrowisata, dengan mengoptimalkan lahan milik desa.

Agrowisata tersebut nantinya akan digabungkan dengan wisata religi dan wisata alam Gua Lawa. Kebetulan terdapat 4 buah gua, tapi yang paling besar adalah Gua Lawa.

“Disebut Gua Lawa, karena banyak kelelawarnya. Saat masuk paling depan memang sempit, tapi setelah itu luas sekali. Lokasi ini air bawah tanahnya juga besar. Lha antar 1 gua dengan gua lain, berjarak 1 Km. Pihak kecamatan sudah pernah ke sini survei kok, “ kata Kusman yang saat ini menjabat Kepala Desa Pasedan. Senin (15/10).

Terkait wisata religi, menurutnya di Dusun Ngotoko ada makam kakak beradik, Surogino dan Surogendogo. Berdasarkan cerita turun temurun, keduanya murid Pangeran Diponegoro yang mengasingkan diri, saat dikejar pasukan penjajah Belanda.

Akses jalan dari Desa Pasedan menuju Dusun Ngotoko, sebagian besar sudah diperbaiki melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 tahun 2018, sehingga dapat menunjang gagasan besar berikutnya. Tinggal mematangkan konsep kerja sama dengan pihak Perhutani. (pen0720).