Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Sunday, May 27, 2018
  • JW Digital Printing Cetak Baliho Dengan Harga Rp.30.000/meter..Materi Baliho Kirim di WA:081340733991 ..Design Gratis!!
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Totabuan » Debat Kandidat Menjadi Ajang Buka Aib Negeri Berusia 10 Tahun

Debat Kandidat Menjadi Ajang Buka Aib Negeri Berusia 10 Tahun 

29680394_565428660502463_2021276091_o-620x330

SULUTDAILY, BOLMUT – Debat publik pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Senin (26/3), kemarin menjadi kesempatan para kandidat untuk saling membuka aib negeri.

Debat publik yang menghadirkan tiga paslon tersebut sempat terjadi saling tuding antara paslon nomor urut 2 dan nomor urut 3. Paslon nomor urut 2 Depri Pontoh dan Amin Lasena (DP-AL) sempat menyentil soal pembangunan Kampus Politeknik yang berada di Kecamatan Bintauna.

Menurut Depri dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pusat pendidikan berada di Kecamatan Bintauna. Pemda Bolmut saat itu, sudah menyiapkan lahan 10 hektar untuk pembangunan kampus tersebut, bahkan sudah dilakukan peletakan batu pertama. Namun, kampus politeknik yang akan di bangun tersebut, saat ini sudah beralih ke yayasan pribadi. “Saya memiliki semua dokumennya. Dan saat ini akan Saya buka ke masyarakat Bolmut,” ungkap Depri.

Lanjutnya, Pemda Bolmut di tahun 2017 lalu sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang akan membuka tiga jurusan. “Kami akan membangun Kampus sesuai dengan RPJMD. Sampai saat ini masih ada moratorium dari pemerintah pusat terkait pembangunan kampus, sehingga belum bisa di bangun. Tapi apabila moratorium sudah di cabut, maka pasangan DP-Amin akan membangun kampus tersebut,” aku Depri.

Sementara itu, Amin Lasena calon wakil bupati nomor urut 2 menambahkan, sesuai visi dan misi pasangan Hamdan Datunsolang dan Murianto Babay (HD-Muri), akan menerapkan Kabupaten Padi. “Saya melihat tidak ada korelasi antara jalan dua jalur dan pertanian, karena terdapat kontradiksi antara pertanian dan jalan dua jalur. Seharusnya yang di bangun jalan pertanian, bukan malah jalan dua jalur,” kata Amin.

Menanggapi pernyataan tersebut, paslon nomor urut 3 Hamdan Datungsolang dan Murianto Babay (HD-Muri) mengatakan, jalan pertanian itu di bangun pada masa pemerintahan Hamdan Datunsolang dan Depri Pontoh (HD-DP). Semua jalan pertanian sudah di rintis dan jalur dua juga merupakan wajah baru Kabupaten Bolmut.

“Korelasinya kami sudah merintis jalan pertanian dan jalan dua jalur. Tinggal peningkatan jalan pertanian yang tidak ditingkatkan oleh pemerintah saat ini,” terang Hamdan. Ia juga merasa sedih, apabila calon bupati mengujar kebencian. “Apalagi Depri Pontoh adalah wakil Saya saat itu. Jadi tidak benar alasan Depri Pontoh, bahwa pembagunan kampus di Bintauna adalah yayasan pribadi, karena itu hanya alasan yang di buat-buat untuk bahan kampanye. Insya Allah apabila pasangan HD-Muri terpilih, maka akan ada perguruan tinggi di Bolmut,” jelasnya. (ricky)