Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Saturday, September 23, 2017
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » International » Cile Kembali Diguncang Gempa 7,8 SR

Cile Kembali Diguncang Gempa 7,8 SR 

Cile Kembali Diguncang Gempa  7,8 SR

Kemungkinan  Menyebabkan Tsunami Lokal yang Dahsyat Dekat Episentrum

SULUTDAILY|| Cile- Gempa berkekuatan 7,4 SR  kembali mengguncang Chile. Demikian dilansir oleh Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) pada Kamis (3/04/2014) pukul 02.43 GMT. Pusat gempa ini berada di 23 kilometer sebelah selatan Iquique, Chile atau di 184 kilometer di utara Tocopilla. Tepatnya di lepas pantai Tarapaca, Chile di kedalaman 20 km.

Namun, US Geological Survey merevisi besaran gempa Chile hari ini dari 7,4 Skala Richter menjadi 7,8 Skala Richter. Gempa yang terjadi ini ternyata gempa ketiga setelah gempa besar 8,2 SR pada Rabu (2/4/2014) kemarin.

Dari situs USGS, mencantumkan besaran skala gempa 7,8 SR itu. Episentrum atau pusat gempa terletak pada 23 km selatan Iquique, Chile, dengan kedalaman cukup dangkal 20 km. Gempa terjadi pada pukul 23.43 waktu Chile atau pukul 09.43 WIB. “Dilaporkan sebelumnya besaran gempa 7,4 SR,” demikian dilansir Reuters, Kamis (3/4/2014).

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawaii mengatakan kemungkinan gempa ini menyebabkan tsunami lokal yang dahsyat dekat episentrum. Sedangkan Badan Penanggulangan Bencana Chile mengimbau penduduk untuk menjauhi daerah pantai. Belum ada kerusakan yang dilaporkan.

Sebelumnya, Chile juga telah diguncang gempa sebesar 8,2 SR pada Rabu (02/04/2014) 62 kilometer sebelah barat laut dari kawasan pertambangan Iquique, Chile. Gempa ini berada di kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pengumuman terbaru terkait ancaman tsunami sebagai dampak dari gempa yang melanda Cile. BMKG menyatakan, “Peringatan dini tsunami yang diakibatkan oleh gempabumi besar berkekuatan 8.0 skala richter (SR) terjadi di lepas pantai Chili tanggal 2 April 2014 pukul 06:46:48 WIB 19.61 LS – 70.83 BB dengan kedalaman 10 km berpotensi terjadinya Tsunami di wilayah Indonesia dinyatakan telah berakhir.”

BMKG pada tanggal 3 April 2014 pukul 08:30 WIB merilis berakhirnya peringatan dini tsunami tersebut berdasarkan analisa data monitoring alat observasi tinggi muka laut dan menyatakan bahwa peringatan dini Tsunami dinyatakan telah berakhir untuk seluruh wilayah Indonesia. “Demikian informasi terakhir disampaikan oleh Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia, kecuali ada informasi baru,” bunyi pengumuman tersebut.

Pada Rabu (02/4/2014) malam, BMKG menyampaikan peringatan dini tsunami tersebut kepada Posko BNPB. Ada 115 lokasi di kabupaten/kota dari 19 provinsi di Indonesia akan berpotensi terjadi tsunami. Tinggi potensi tsunami 0 hingga 0,5 meter. Waktu kedatangan tsunami, Kamis (3/4/2014) pukul 05.11 WIB hingga 19.44 WIB.

Pengumuman tersebut memancing keresahan di sejumlah wilayah Indonesia.  Lokasi berpotensi tsunami yang dirilis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo  adalah daerah di pesisir di Provinsi Papua. “Seperti Kota Jayapura, Jayapura, Sarmi, Waropen, Biak Numfor, dan Supiori diperkirakan akan berpotensi terjadi tsunami pada pukul 05.11 hingga 05.51 WIB. Demikian pula daerah lain seperti di Malut, Maluku, Papua Barat, Banten, Jatim, DIY, Jateng, Jabar, Lampung, NTB, NTT, Bali, Sulawesi dan Kaltim juga berpotensi tsunami dengan tinggi 0 hingga 0,5 meter dengan waktu bervariasi,” ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.(tribunnews/detik/Jr)