Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Wednesday, December 19, 2018
  • Formulir Kelengkapan Persyaratan Administrasi Dapat Di Unduh Pada http://kpu-sulutprov.go.id
  • PENGUMUMAM PENDAFTARAN CALON ANGGOTA KPU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA PERIODE 2018-2023
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Bupati JS Tugas Luar, Pejabat Pemkab Mitra Tak Ditempat Tuai Soroton

Bupati JS Tugas Luar, Pejabat Pemkab Mitra Tak Ditempat Tuai Soroton 

images-4

SULUTDAILY, Ratahan – Bukan rahasia lagi, kelakuan kurang disiplin (Kudis) para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra), disorot sejumlah element masyarakat.

Pasalnya, penyakit kudis kerap dilakukan para oknum pejabat Pemkab Mitra ketika Bupati James Sumendap sedang tugas luar (TL). Tak ayal, ketika Bupati sedang bertugas diluar daerah para pejabat kepala perangkat setempat pun berlaku kurang disiplin, ngantor tak beres. Bahkan konon, sejumlah pejabat tidak masuk kantor dengan dalih tugas luar.

Menyikapai penyakit kudis para pejabat Mitra ini, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Semuel Montolalu, meminta kepada Bupati James Sumendap untuk mengevaluasi para pejabat yang kurang disiplin. “Ketika kepala daerah tidak berada ditempat dalam menjalankan tugas, para pejabat daerah pun malah keluyuran dan tidak masuk kantor. Ini harus dievaluasi kinerja dari para pejabat,” tegas Montolalu, kepada sejumlah wartawan.

Senada dengan Montolalu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Mitra, Ruland Sandag mengatakan, sesuai dengan sambutan Bupati James Sumendap pada upacara Hari Sumpah Pemuda (HSP) 20 Oktober 2018 lalu, meminta KNPI untuk ikut mengontrol kinerja dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Mitra, termasuk kinerja dari para pejabat. Jadi kata Sandag, tidak berlebihan kemudian KNPI mengkritisi sikap dari para pejabat ini.

“Ada baiknya Bupati mengevaluasi pemberian TKD bagi para ASN. Sebab pemberian TKD yang sangat besar itu justru tidak dibarengi dengan kerja-kerja yang optimal dari para pejabat, terutama mereka kurang disiplin,” tegas Sandag.

Tambahnya, seorang staf ASN bahkan tenaga honorer saja dituntut bekerja disiplin mulai dari saat masuk kantor pagi hingga pulang pada sore harinya. Lantas bagaimana pejabat yang seharusnya menjadi anutan justru memberi contoh tidak baik ditengah tunjangan kerja yang mencapai kurang lebih 12 kali lipat gaji tenaga honorer. (Hengly Langoy)