Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Saturday, July 21, 2018
  • Formulir Kelengkapan Persyaratan Administrasi Dapat Di Unduh Pada http://kpu-sulutprov.go.id
  • PENGUMUMAM PENDAFTARAN CALON ANGGOTA KPU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA PERIODE 2018-2023
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Hukum & Kriminal » BPK Rampungkan Hasil Audit Pembangunan Hambalang

BPK Rampungkan Hasil Audit Pembangunan Hambalang 

Audit pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang kini sementara dirampungkan BPK.

SULUT DAILY|| Jakarta – Audit pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat  kini sementara dirampungkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). ‘’ Setelah selesai, berkas audit akan langsung diserahkan ke DPR,” kata Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hadi Purnomo di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/08/2013).

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad juga mengatakan, saat ini audit BPK soal Hambalang sudah mencapai tahap final dan segera dilaporkan kepada DPR. “Tidak lama lagi. Teman-teman BPK katanya sudah final,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto menyatakan, BPK telah selesai melakukan audit pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang. Namun, Bambang berkilah audit itu belum sampai ke tangan pimpinan KPK.

Ketika ditanya  wartawan soal kapan KPK akan menahan Anas Urbaningrum dan Andi Alifian Mallarangeng, mengingat lembaga antirasuah itu pernah berjanji bakal menjebloskan keduanya ke dalam tahanan usai Idul Fitri. Tetapi, dia berkelit hal itu belum bisa dilakukan mengingat perbedaan inti perkaranya.

“Kita harus bedakan. Kasus DK (Deddy Kusdinar), TBMN (Teuku Bagus Mochammad Noor), dan AAM (Andi Alifian Mallarangeng) berkaitan dengan pengadaan barang. Sementara AU ( Anas Urbaningrum ) soal gratifikasi. Beda. Sekarang sedang didalami soal gratifikasi dalam konteks kongresnya (Kongres Partai Demokrat 2010),” ujar Bambang.(merdeka/jbr)