Besok, Giliran Anas Diperiksa KPK Terkait Kasus Hambalang

Besok, Giliran Anas Diperiksa KPK Terkait Kasus Hambalang

SULUTDAILY|| Jakarta- Jumat (17/1/2014) besok mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum akan diperiksa KPK sebagai tersangka Kasus Hambalang. KPK berharap Anas bersedia bekerjasama dengan penyidik untuk memberikan informasi yang diketahuinya dalam pemeriksaan.

“Kami berharap AU bisa menyampaikan apa yang diketahuinya, informasi-informasi yang kemudian bisa membuat tuntas kasus Hambalang, termasuk juga menjawab sangkaan-sangkaan yang disangkakan KPK dengan jujur dan apa adanya,” kata juru bicara KPK, Johan Budi, di kantornya, Jakarta, Kamis (16/1/2014).

Anas kerap mengatakan, ada sejumlah peristiwa politik dan kejanggalan mulai penetapan tersangka hingga penahanan dirinya oleh KPK. Ia juga pernah menyatakan, tidak pernah sedikit ingin memfitnah pihak lain. Namun, apa yang akan disampaikannya adalah dalam rangka mencari keadilan dan kebenaran.

Saat bersaksi untuk tersangka Deddy Kusdinar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/1/2014), Muhammad Nazaruddin mengklaim telah menyerahkan sebagian besar bukti-bukti sejumlah pihak yang duga terlibat kasus korupsi Hambalang ke KPK. Bahkan, terpidana kasus Wisma Altet itu sudah punya prediksi mengenai calon tersangka berikutnya dalam kasus Hambalang.  “Semuanya emang terlibat. Pasti ada lagi yang jadi tersangka KPK,” kata suami Neneng Sri Wahyuni itu.

Selain itu, dalam persidangan Nazaruddin menyebut Anas Urbaningrum memiliki sejumlah kantong bisnis dalam menggaet proyek-proyek negara. Kantong-kantong bisnis Anas mengucur dari PT Dutasari Citralaras dan Permai Group. “Jadi Mas Anas itu punya kantong bisnis, di antaranya Dutasari, ada Permai Group. Permai Group itu di bawah Rosa dan Yulianis dan Dutasari di bawah Machfud (Suroso) dan Romy,” kata Nazaruddin bersaksi di Pengadilan Tipikor.

Sebenarnya, dalam mendapatkan proyek Hambalang, Anas kata Nazar, melalui Permai Group yang dibawa Mindo Rosalina Manullang, sudah mengeluarkan sekitar Rp 21 miliar ke sejumlah pihak. Transaksi itu sudah berlangsung sejak tahun 2009. “Lewat Rosa itu mengeluarkan uang Rp 21 miliar, uang itu untuk proyek Hambalang. Uangnya dikasihkan kepada siapa saja? Wayan Koster, Olly Dondokambe, ada Mahyudin, Angelina, ada Rully, Kahar dan Pak Wafid Sendiri,” kata Nazaruddin. Uang tersebut lanjut Nazaruddin juga termasuk pemberian untuk Mantan Kepala BPN, Joyo Winoto dalam pengurusan sertifikat Hambalang. “Jadi totalnya Rp 21 miliar, dan Mahfud ngeluarin juga Rp 14 miliar,” kata Nazar. (Tribunnews/JbR)

CATEGORIES
TAGS
Share This