Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Wednesday, December 19, 2018
  • Formulir Kelengkapan Persyaratan Administrasi Dapat Di Unduh Pada http://kpu-sulutprov.go.id
  • PENGUMUMAM PENDAFTARAN CALON ANGGOTA KPU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA PERIODE 2018-2023
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Bawaslu Sulut-Mitra Ajak Masyarakat Ikut Mengawasi Tahapan Pemilu

Bawaslu Sulut-Mitra Ajak Masyarakat Ikut Mengawasi Tahapan Pemilu 

IMG_20181202_125403112

SULUTDAILY, Tombatu – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), gelar sosialisasi pengawasan tahapan pemilihan partisipatif untuk DPR RI, DPD, DPRD serta Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019, di Resto Tombatu, kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sabtu (1/12/2018). Hal ini dilaksanakan sebagai upaya mengajak seluruh elemen masyarakat di daerah setempat agar terlibat dalam rangka pengawasan jalannya proses politik lima tahunan ini.

Komisioner Bawaslu Sulut, Kenly Poluan SPd, MSi, mengatakan dalam sosialisasi yang dilaksanakan dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari para pemilih pemula, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama dan masyarakat, organisasi kepemudaan, serta Panwaslu Kecamatan, adalah upaya mendongkrak partisipasi dalam rangka pengawasan pemilu.

“Peran dari semua elemen masyarakat sangat diharapkan dalam rangka pengawasan jalannya tahapan kampanye. Termasuk pemilihan umum yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, yakni proses pencoblosan atau memilih wakil-wakil rakyat pada 17 April 2019 mendatang. Dengan harapan proses politik yang akan dilaksanakan berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi, agar pemilu semakin berkualitas,” kata Poluan.

Selain itu, sosialisasi ini juga sebagai tindakan pencegahan dari terjadinya pelanggaran-pelanggaran pemilu khususnya yang ada di Kabupaten Minahasa Tenggara, sehingga proses pemilihan bisa dilaksanakan secara aman, tertib, lancar dan damai. Maka dari itu, Bawaslu Sulut pun mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat dengan harapan dapat meminimalisir pelanggaran pemilu.

“Sosialisasi ini juga bertujuan mengakomodir peran serta masyarakat luas dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu. Selain dengan membentuk berbagai regulasi terkait pengawasan pemilihan umum, diharapkan pelanggaran semakin berkurang karena adanya kesadaran masyarakat dan peserta pemilu untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang, sebagai suatu esensi dari paradigma pencegahan pelanggaran pemilu,” tambahnya.

_IMG_000000_000000

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Mitra, Drs Jobby Longkutoy, turut mengajak kepada seluruh elemen masyarakat khususnya organisasi kepemudaan dan para pemilih pemula agar dapat bersinergi dengan Bawaslu baik tingkat povinsi, kabupaten sampai Panwaslu kecamatan untuk melakukan pengawasan di setiap proses tahapan pemilu. “Pengawasan pemilu partisipatif ini sangat penting dalam rangka mengawasi seluruh aspek dan tahapan pemilihan kedepannya. Maka diharapkan kepada seluruh masyarakat agar dapat bersinergi dan membantu Bawaslu dalam melakukan pengawasan pada tiap tahapan Pemilu” tukas Longkutoy.

“Saya harap masyarakat bisa ikut mengawasi penyelenggaraan pemilu, apalagi pada tahapan kampanye yang sementara berlangsung saat ini. Jadi ketika ada informasi yang ingin disampaikan pada Bawaslu, kami selalu terbuka. Bahkan kalau ada yang ingin dilaporkan terkait pelanggaran, kami juga siap untuk memprosesnya,” katanya lagi.

Lanjut, Komisioner Bawaslu Mitra, Dolly Van Gobel SS, menambahkan terkait dalam upaya keterlibatan dalam pengawasan penyelenggaraan pemilihan umum, partisipasi masyarakat bisa juga dalam bentuk mengedukasi pemilih sebelum memilih calon atau pasangan calon dalam pemilu tahun 2019 mendatang. Bersama-sama membahas visi misi dan program dari kandidat, memberikan suara sebagai pemilih, ikut serta sebagai relawan pemantau pemilu, menyampaikan hasil pantauan atas pemilu dan memberikan umpan balik terhadap kebenaran informasi serta menghindari golput.

“Dengan pelibatan masyarakat, pemuda dan pemilih pemula secara partisipatif dalam pengawasan pemilihan umum tentu memberi warna baru dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Dan ini sesuai dengan jargon Pemilihan Umum Republik Indonesia yakni bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu,” cetus Dolly. (Hengly Langoy)