Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Thursday, November 22, 2018
  • Formulir Kelengkapan Persyaratan Administrasi Dapat Di Unduh Pada http://kpu-sulutprov.go.id
  • PENGUMUMAM PENDAFTARAN CALON ANGGOTA KPU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA PERIODE 2018-2023
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Totabuan » Astaga !!! SPBU Boroko Terancam Ditutup

Astaga !!! SPBU Boroko Terancam Ditutup 

IMG_20180912_182230

SUlUTDAILY, BOLMUT – Adanya pelayanan yang menjanjikan fee atas penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar di SPBU Boroko Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menjadi ancaman akan penutupan salah satu stasiun pengisian minyak kenderaan roda empat dan dua yang beroperasi dipusat kota Boroko.

” Kasus ini akan kami laporkan kepada PT. PERTAMINA dan pastinya imbas dari buruknya pengelolaan pihak SPBU Boroko akan ditutup stasiun pengisian bahar bakar minyak, ” Kata Brammy Tamalihis Kapolsek Urban Kaidipang, Rabu (12/9).

Pasca penangkapan kepada 3 pelaku oleh Polsek Urban Kaidipang, Rabu (12/9) sejumlah saksi mata menuturkan BBM jenis premium dan solar yang ditampung oleh penada diamankan di salah satu rumah yang berlokasi di Desa Pongongihana Kecamatan Kaidipang.

” Dari semalam (selasa,red) kami liat sudah ada yang mengintai aktifitas salah satu pelaku dikediamannya. Apakah itu aparat kepolisian atau warga saya tidak tahu. Kebenaran informasi tersebut saya ketahui pasca aparat kepolisian mendatangi rumah pelaku tadi pagi (Rabu,red) setelah penangkapan pihak kepolisian urban kaidipang, ” Tutur sumber resmi yang namanya enggan dipublis oleh Sulutdaily.com, Rabu (12/9).

Dan saksi yang mendengarkan langsung pada saat BAP oleh aparat kepolisian para pelaku memberikan keuntungan berupa fee senilai Rp 200 perliter kepada pengelola SPBU Boroko. ” Saya dengar pelaku menyebutkan adanya fee keuntungan yang diberikan kepada pengelola SPBU Boroko pada saat aparat kepolisian memeriksa pelaku dikantor polisi hingga Rp 200 perliternya, ” Beber sumber resmi yang namanya enggan dipublis.

Manager SPBU Boroko Fauji Alamri ketika dikonfirmasi membantah akan fee yang diberikan oleh pelaku kepada pengelola SPBU Boroko. ” Kalo hal itu saya sendiri tidak tahu, karena saya tidak menerimanya. Dan apabila pernyataan pelaku itu benar saya akan cari tahu siapa karyawan saya yang menerimanya, ” Tangkis Fauji, Rabu (12/9). (Ricky)