Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Monday, October 23, 2017
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Tomohon » Antisipasi Pil PCC, Dinkes Tomohon Gandeng Polres dan BPOM Gelar Razia

Antisipasi Pil PCC, Dinkes Tomohon Gandeng Polres dan BPOM Gelar Razia 

Antisipasi Pil PCC, Dinkes Tomohon Gandeng Polres dan BPOM Gelar Razia

SULUTDAILY|| Tomohon – Untuk mengantisipasi peredaran Pil PCC maupun jenis lainnya, Dinas Kesehatan Kota Tomohon menggandeng Kepolisian Resor Tomohon dan Balai Pengawasan Obat Makanan (BPOM) Manado, menggelar razia pada sejumlah apotik di Kota Tomohon, (22/9/2017).

Ikut dalam razia tersebut, Kapolres Tomohon AKBP IK Agus Kusmayadi SIK, Sekretaris Daerah Kota Tomohon Ir Harold V Lolowang MSc, Kepala Dinas Kesehatan Dr Deesje Liuw MBiomed, Satuan Reserse Narkoba Polres Tomohon dipimpin Kasat Res Narkoba Polres Tomohon AKP John Rumate SSos, bersama BPOM Manado dan Dinas Kesehatan Kota Tomohon.

Disampaikan Lolowang, bahwa menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memberikan perlindungan pada masyarakat, sehingga dengan maraknya pengedaran obat – obatan terlarang dan disalahgunakan, maka perlu untuk mengantisipasinya dengan menggelar razia bersama institusi terkait.

Sementara itu, Kapolres Kusmayadi menyatakan razia ini berkaitan dengan antisipasi beredarnya obat jenis psikotropika maupun PCC yang terlarang. “Ada beberapa tempat penjualan obat/ apotik yang didatangi tim tersebut. Semuanya terletak di pusat pertokoan Kota Tomohon, namun tim tidak menemukan Pil PCC, sehungga hanya dilakukan penyuluhan dan penertiban, khusus obat kadaluarsa.

Dikatakan Kapolres Kusmayadi, bahwa dibeberapa kota besar di Indonesia, sudah marak dan menjadi viral media sosial, sehingga perlu ada razia, sekaligus penyuluhan dan penertiban di semua apotik dan toko obat di wilayah hukum Polres Tomohon.

“Hal ini untuk memastikan Kota Tomohon tidak ada peredaran obat terlarang di apotek maupun toko obat. Namun demikian, kewaspadaan tetap dilakukan terutama memantau pasar gelap orang per orang yang bisa saja mengedarkan obat psikotropika ataupun pil PCC dan jenis lainnya, termasuk keterlibatan kalangan anak remaja pada Eha-Bond, ” tutup Kapolres Kusmayadi. (davyt)