Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Wednesday, November 14, 2018
  • Formulir Kelengkapan Persyaratan Administrasi Dapat Di Unduh Pada http://kpu-sulutprov.go.id
  • PENGUMUMAM PENDAFTARAN CALON ANGGOTA KPU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA PERIODE 2018-2023
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Nusa Utara » Amankan Perbatasan, F-16 US Air Force dan F-16 TNI AU RI Latihan ‘Perang’ di Talaud

Amankan Perbatasan, F-16 US Air Force dan F-16 TNI AU RI Latihan ‘Perang’ di Talaud 

Amankan Perbatasan Miangas

SULUTDAILY|| Manado- Wilayah perbatasan Miagas (Indonesia) dan Filipina perlu mendapatkan pengamanan khusus terkait mengantisipasi aksi terorisme yang  terjadi di Marawi Filipina. Atas kebijakan Pemerintah RI selama 2 pekan wilayah ini akan dijaga ketat dengan latihan militer bersandi Cope West dan Spear Iron dimulai Senin (12-23/03/2018) .Enam unit pesawat tempur F-16 US Air Force (PACAF) dan enam unit pesawat tempur F-16 milik TNI-AU di  Bandara Sam Ratulangi Manado melakukan persiapan ‘perang’ dan akan terbang selama dua pekan memantau  dan mengamankan wilayah Kepulauan Talaud.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr bersama Gubernur Olly

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr bersama Gubernur Olly

“Pemerintah Indonesia telah menetapkan bahwa latihan Cope West dan Spear Iron harus dilaksanakan di Manado, karena daerah ini berbatasan dengan negara Filipina,” kata Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr, di base Lanud Sam Ratulangi Manado, Senin (12/3/2018) saat upacara pembukaan latihan tersebut. Donovan juga mengatakan, melalui latihan bersama, akan meningkatkan persahabatan antar dua negara. Saling berbagi pengalaman bahkan bertukar budaya antara Amerika dan Indonesia. “Banyak manfaat yang didapatkan dari latihan bersama. Selain mengamankan wilayah perbatasan. Latihan ini akan menjadi kesempatan untuk meningkatkan persahabatan dan saling bertukar pengalaman,” katanya sambil mengapresiasi sikap warga Manado yang ramah.

Sementara itu, Exercise Director Air Force, Kolonel Jason Cockrum mengatakan dalam menjalani latihan bersama, seluruh pilot, teknisi dan crew pesawat tempur agar mengutamakan keamanan. “Lakukan chek and richek. Utamakan profesionalitas dalam berlatih. Demikian juga saat melakukan manuver laksanakan dengan fokus pad sasaran,” ujarnya.

Wakil Asisten Operasi Kasau Marsma TNI Anang Nurhadi mengatakan latihan antar dua negara, selain untuk persahabatan juga untuk pengembangan yang sangat baik. Terutama pengetahuan dan pengalaman tentang operasional gabungan serta sebagai upaya untuk saling hormati antara US dan TNI-AU.

F-16 US Air Force  dan F-16 TNI AU RI Latihan Perang di Talaud

F-16 US Air Force dan F-16 TNI AU RI Latihan Perang di Talaud

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE pada kesempatan pembukaan latihan menyatakan apresiasi kepada seluruh Prajurit TNI AU dan US Air Force yang selama dua pekan akan memantau keamanan wilayah perbatasan. Tepatnya Kepulauan Talaud yang berbatasan dengan Filipina. “Seperti kita ketahui bersama wilayah ini sangat rawan. Sehingga latihan yang dilakukan akan meningkatkan kondusifitas perbatasan kita,” tukasnya.

Ada yang menarik dari latihan bersandi Cope West dan Spear Iron, yakni  melalui latihan bersama yang melibatkan personel militer dan belasan pesawat dari kedua negara tersebut, bakal dibagi dalam dua jenis latihan. Latihan pertama dengan nama sandi “Cope West“ berupa latihan dua negara dengan menggunakan pesawat tempur F-16 TNI AU dan pesawat F-16 dari US Air Force. Di mana pada latihan ini akan disimulasikan tentang joint operation antara dua negara dalam satu operasi udara secara bersama. Selain itu, akan diikuti dengan latihan air combat manuver yaitu simulasi pertempuran udara ( Dog Fight ) antara pesawat F-16 TNI AU dengan pesawat F-16 dari US Air Force. Kedua jenis latihan ini akan berlangsung di Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) tepatnya di atas kepulauan Sangihe Talaud.

Selanjutnya, latihan kedua dengan nama sandi “ Spear Iron “ atau Tombak Besi. Pada latihan ini melibatkan unsur Pasukan Khas dari TNI AU dan CCT (Combat Control Team) Special Force dari Amerika Serikat. Kedua Satuan Khusus ini bekerja sama dalam melakukan berbagai kegiatan latihan berupa, penerjunan, infiltrasi, sar tempur dan evakuasi. Kegiatan akan dilakukan di daerah Kakas Minahasa, dan akan dilakukan penerjunan malam hari.(Jr/*)