Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Wednesday, October 17, 2018
  • Formulir Kelengkapan Persyaratan Administrasi Dapat Di Unduh Pada http://kpu-sulutprov.go.id
  • PENGUMUMAM PENDAFTARAN CALON ANGGOTA KPU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA PERIODE 2018-2023
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » Totabuan » Aksi Demo Aliasi RBM Dikantor KPUD Bolmut Berakhir Ricu

Aksi Demo Aliasi RBM Dikantor KPUD Bolmut Berakhir Ricu 

Screenshot_2018-07-18-19-42-15-464_com.miui.videoplayer

SULUTDAILY, BOLMUT – Demo aksi kedua Aliansi Rakyat Bolmut Menggugat (RBM) dikantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) berakhir ricu dengan pihak keamanan, Rabu (18/7) sekitar pukul 17.25 wita.

Pelemparan batu oleh masa aksi ke Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Bolmut hingga mengenai kepolisian membuat pihak keamanan marah dan membubarkan aksi demo secara paksa. Tembakan gas air mata pun kepada masa aksi RBM dilakukan oleh pihak kepolisian hingga masa aksi berhamburan, berlarian menyelamatkan diri masing – masing.

Sebelas orang diamankan pihak kepolisian yang diduga membuat kericuhan aksi demo damai yang dilaksanakan oleh RBM di depan kantor KPUD Bolmut. ” Tiga (3) orang diamankan karena membawa senjata tajam, lima (5) orang diamankan diduga pembuat kericuhan, dan satu (1) orang diamankan mabuk, ” Tutur Kapolsek Urban Kaidipang Kompol Brammy Tamalihis kepada awak media, Rabu (18/7) usai demo.

Ditambahkannya pula, sebelas (11) orang masa aksi yang telah diamankan kepolisian akan di periksa untuk penyelidikan lanjutan dan akan dibawah ke Polres Bolmong. ” Tidak semua akan dibawah, hanya yang ditemukan membawa senjata tajam, ” Tambah Tamalihis.

Diketahui aksi demo aliansi RBM kedua yang digelar menuntut kantor Catatan Sipil dan Kependudukan Bolmut untuk mengeluarkan data penduduk yang menjadi dasar penetapan Daftar Pemili Tetap Pilkada 2018. Dan menuntut Komisi Pemilihan Umum Daerah Bolmut untuk transparansi data pemilih tambahan yang menggunakan e-KTP dan Surat Keterangan (Suket) sebagai penyelenggara. (Ricky)