Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Sunday, April 22, 2018
  • JW Digital Printing Cetak Baliho Dengan Harga Rp.30.000/meter..Materi Baliho Kirim di WA:081340733991 ..Design Gratis!!
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Advertorial » 2 Tahun Kepemimpinan Walikota – Wakil Walikota Bitung 2016-2021

2 Tahun Kepemimpinan Walikota – Wakil Walikota Bitung 2016-2021 

2 Tahun Kepemimpinan

SULUTDAILY|| Bitung -Kepemimpinan pemerintahan haruslah dimulai dengan menentukan Prioritas, yaitu, hal-hal yang paling utama dan mendasar untuk dilakukan, karena sifatnya yang penting, yang pengerjaannya harus didahulukan, agar dapat menjadi faktor pengungkit bagi sektor lain. Dengan demikian, pengertian prioritas disini bukan dalam arti mengenyampingkan sektor lain, tetapi jika sebagai program prioritas berhasil dilaksanakan, maka akan berdampak pada pertumbuhan sektor lain secara simultan.

Pada tahun 2016-2017 prioritas pembangunan Kota Bitung dititik beratkan pada 3 (tiga) bidang utama, yaitu, Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur.  Mengapa kami memprioritaskan 3 (tiga) bidang tersebut? Alasannya:

Pertama, Pendidikan dasar sebagai bagian dari hak asasi manusia dan hak setiap warga negara, maka dalam usaha pemenuhannya harus direncanakan dan dijalankan dengan sebaik mungkin. Pemenuhan atas hak untuk mendapatkan pendidikan dasar yang layak dan bermutu merupakan ukuran keadilan dan pemerataan atas hasil pembangunan. Hal tersebut juga menjadi investasi sumber daya manusia yang diperlukan untuk mendukung keberlangsungan pembangunan bangsa. Pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan diharapkan akan mampu menjadikan warga Negara Indonesia memiliki kecakapan hidup sehingga mendorong tegaknya pembangunan manusia seutuhnya serta masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai-nilai Pancasila. Sebagai upaya untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, maka pemerintah pusat dan daerah harus memfasilitasi hak pendidikan bagi tiap warganya. Melalui sekolah yang terjangkau dari sisi pembiayaan, bermutu dari segi layanan, dan berkualitas dari segi pembelajaran. Selain pembiayaan yang harus ditanggung pemerintah, sarana dan prasarana, kurikulum, dan sumber belajar dan daya dukung lainnya perlu diupayakan pemerintah.

Kedua, salah satu aspek penting kesejahteraan adalah kualitas fisik penduduk yang dapat dilihat dari derajat kesehatan penduduk. Salah satu aspek penting yang turut mempengaruhi kualitas fisik penduduk adalah status kesehatan antara lain diukur melalui angka kesakitan dan status gizi. Sementara untuk melihat gambaran tentang kemajuan upaya peningkatan dan status kesehatan masyarakat dapat dilihat dari penolong persalinan bayi, ketersediaan sarana kesehatan dan jenis pengobatan yang dilakukan. Oleh karena itu usaha untuk meningkatkan dan memelihara mutu pelayanan kesehatan melalui pemberdayaan sumber daya manusia secara berkelanjutan dan sarana prasarana dalam bidang medis termasuk ketersediaan obat yang dapat dijangkau oleh masyarakat perlu mendapat perhatian utama.

Ketiga, infrastruktur adalah mesin yang menggerakan roda perokonomian.  Pertumbuhan ekonomi erat kaitannya dengan pertumbuhan infrastruktur. Dengan adanya infrastruktur yang memadai dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Pembangunan infrastruktur adalah upaya memperkuat landasan bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi. Keduanya memiliki hubungan erat dan saling ketergantungan satu sama lain. Pembangunan Infrastruktur dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya pertumbuhan ekonomi sendiri juga menjadi tekanan bagi infrastruktur. Perbaikan dan peningkatan infrastruktur pada umumnya akan dapat meningkatkan mobilitas penduduk, terciptanya efisiensi biaya, waktu, dan tenaga. Ketersediaan infrastruktur yang memadai sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan pemerintahan, perekonomian, industri, dan kegiatan sosial masyarakat lainnya. Dapat dilihat pula hubungan infrastruktur dengan operational cost sebuah perusahaan, sebagai contoh infrastruktur transportasi. Dengan adanya infrastruktur transportasi yang memadai, biaya logistik perusahaan akan murah. Semakin rendah biaya logistik, semakin mudah suatu perusahaan untuk melakukan expansion dan daya saing perusahaan akan semakin kuat.

Pada tahun 2018 yang sedang berjalan ini, dari tiga Prioritas Utama tadi yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya di tambah lagi sehingga menjadi lima prioritas yaitu:

  1. Pembangunan dan pengembangan infrastruktur
  2. Pendidikan
  3. Kesehatan
  4. Pengembangan ekonomi kerakyatan, dan
  5. Penanggulangan Kemiskinan

Dari lima Prioritas ini diharapkan dapat menjawab setiap permasalahan dan kebutuhan masyarakat Kota Bitung, sekaligus sebagai akselerator peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk meng-cover seluruh prioritas tersebut, rincian APBD Kota Bitung tahun 2018 terdiri dari: PENDAPATAN sebesar Rp 958,048 Milyar dan BELANJA sebesar Rp 966,048 Milyar.

Selain capaian dari tiga Prioritas Pembangunan di atas maka dapat dilihat juga beberapa indikator pembangunan Kota Bitung yang dapat menggambarkan kemajuan dan perkembangan Kota Bitung selang dua tahun Pemerintahan MAMA. Indikator dimaksud antara lain:

Indikator makro ekonomi

Perekonomian Kota Bitung sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 mengalami pertumbuhan yang sangat baik dengan angka pertumbuhan di atas 6%, namun pada tahun 2014 mulai melambat, dan puncaknya pada tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Kota Bitung sangat terpuruk dimana terjadi penurunan yang sangat signifikan. Pada tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Kota Bitung mengalami penurunan sebesar  2,83% dari 6,39% pada tahun 2014 menjadi 3,56%. Hal tersebut didorong oleh melambatnya pertumbuhan sub sektor perikanan akibat kebijakan moratorium perizinan penangkapan dan larangan transshipment yang diberlakukan otoritas perikanan (KKP) sejak triwulan IV tahun 2014. Kontribusi lapangan usaha sub kategori perikanan terhadap PDRB tahun 2015 adalah 18,19%, lebih kecil dibandingkan tahun 2014 yakni sebesar 18,60%, tetapi merupakan kontributor terbesar pada kategori pertanian, kehutanan, perikanan. Laju pertumbuhan nilai tambahnya minus 5,33%, sehingga laju pertumbuhan kategori pertanian, kehutanan, perikanan menjadi -3,91% yang membentuk sumber pertumbuhan negatif yakni minus 0,69% terhadap total pertumbuhan.

Atas kondisi tersebut, kami berupaya untuk melakukan terobosan melalui inovasi bidang lain selain perikanan, yaitu, menggagas Program Bitung-Bahari-Berseri (B3) dengan pengembangan panca pesona (5P) yang meliputi Pesona Bahari, Pesona Flora, Pesona Fauna, Pesona Industri serta Pesona Sejarah-Budaya-Religi. Arah dan sasaran kebijakan program tersebut yaitu pencapaian tujuan pengembangan pariwisata di Kota Bitung sebagaimana amanat UU Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan antara lain upaya melestarikan alam, lingkungan dan sumberdaya, memberdayakan masyarakat setempat dan menjamin keterpaduan antarsektor, antar daerah, antara pusat dan daerah, yang merupakan satu kesatuan sistemik dalam rangka otonomi daerah serta keterpaduan antar pemangku kepentingan.

Secara khusus program B3-5P ini merupakan peluang pengembangan kepariwisataan berbasis masyarakat (Community Based Tourism. Secara konseptual prinsip dasar kepariwisataan berbasis masyarakat adalah menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama melalui pemberdayaan masyarakat dalam berbagai kegiatan kepariwisataan, sehingga kemanfaatan kepariwisataan sebesar-besarnya diperuntukkan bagi masyarakat.

Hal ini sejalan dengan pemikiran bahwa sektor ini bisa menjadi solusi jangka pendek ditengah lesunya sektor perikanan yang merupakan sektor unggulan Kota Bitung beberapa tahun terakhir ini. Untuk itulah, diharapkan pengembangan pariwisata adalah jawabannya, disamping upaya untuk mendorong pemerintah pusat agar memformulasikan kembali kebijakan perikanan yang lebih alokatif dan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan stakeholder  di Kota Bitung. Sektor pariwisata sendiri dianggap lebih cepat sekaligus lebih mudah dan murah untuk dikembangkan karena melibatkan pihak swasta, menyerap banyak tenaga kerja serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Gagasan B3 dan upaya mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan, berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita mulai tahun 2016 kembali menyentuh level 5,19%, semakin naik pada 2017 mencapai 6,00%, dan diproyeksikan pada tahun 2018 ini kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6,70%. Jika tercapai, akan menjadi angka pertumbuhan ekonomi tertinggi Kota Bitung dalam 1 windu terakhir.

Dengan bonus demografi penduduk yakni jumlah penduduk usia produktif 15-64 tahun yang mencapai 73,85% dari total populasi Kota Bitung atau sekitar 190 ribu jiwa, kita butuh pertumbuhan ekonomi di atas 6% agar dapat menyerap tenaga kerja penduduk usia produktif.

IPM, AHH, Pengangguran, Kemiskinan

Selain indikator makro ekonomi, keberhasilan pembangunan juga dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Kota Bitung terus mengalami peningkatan yaitu dari 71,64 di tahun 2015 meningkat menjadi 72,43 di tahun 2016 dan pada tahun 2017 menjadi 72,91. Hal ini menunjukan bahwa sumber daya manusia Kota Bitung terus mengalami peningkatan. IPM tersebut juga ditunjang dengan Angka Harapan Hidup (AHH) penduduk Kota Bitung yang diatas 70 tahun. Pada 2016, rata-rata harapan hidup penduduk Kota Bitung berada di angka 70,50 tahun, sedangkan pada 2017 meningkat menjadi 70,54 tahun.

Untuk Pengangguran Kota Bitung dari tahun 2015 sebesar 11,87 persen turun menjadi 9,85 persen di tahun 2016, dan untuk tahun 2017 diperkirakan turun menjadi 9,60 persen. Hal ini menandakan bahwa kebijakan untuk menanggulangi masalah pengangguran berjalan dengan baik, walaupun ada sedikit tantangan yang sering dihadapi oleh para pekerja yang lebih disebabkan karena kebijakan pihak perusahaan, namun upaya Pemerintah Kota Bitung terus berusaha memediasi setiap persoalan ketenagakerjaan yang ada.

Untuk persentase penduduk miskin terus mengalami penurunan. Pada tahun 2015 sebesar 6,87 persen turun menjadi 6,57 persen di tahun 2016, dan pada tahun 2017 diperkirakan turun lagi menjadi 6,49.

Prestasi

Adapun keberhasilan yang telah dicapai selama dua tahun terakhir kepemimpinan MAMA yaitu:

  1. Opini Wajar Tanpa pengecualian (WTP) untuk yang ke-7 kalinya atas laporan keuangan pemerintah daerah,
  2. Terbaik pertama dalam pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik se-provinsi sulawesi utara,
  3. Penghargaan Adipura yang ke-12 (11 diantaranya berturut-turut),
  4. Penghargaan Kota Sehat kategori tertinggi yaitu Anugerah Swastishaba Wistara yang ke-6 kalinya secara berturut-turut,
  5. Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM)
  6. Penghargaan Indonesia’s Attractive Awards 2017 Kategori Kota Potensial
  7. Penghargaan Kota Layak Anak Pratama, Kota Bitung merupakan satu-satunya daerah di Provinsi Sulawesi Utara yang dianugerahi predikat Kota Layak Anak
  8. Penghargaan Prakarti Utama 1 Tingkat Nasional sebagai Pelaksana Terbaik Pelaksanaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) Test Kategori Kota tahun 2017
  9. Juara IV Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2017 Se-Provinsi Sulawesi Utara. Target kita LPPD tahun 2018 dapat meraih peringkat pertama.
  10. Penghargaan bagi Walikota Bitung sebagai satu dari 21 Kepala Daerah Inspirator Pembangunan Daerah versi Badan Pemeriksa Keuangan dan Kementerian Keuangan RI
  11. Penghargaan dari BPJS sebagai Pemerintah Daerah yang telah menjamin rakyatnya sehat dan sejahtera melalui integrasi Jamkesda dalam Program JKN-KIS.

Ucapan Terima Kasih

Kami menyadari, bahwa kerja keras kami tidak akan berhasil tanpa dukungan, bantuan, partisipasi seluruh komponen anak bangsa yang ada di Kota Bitung. untuk itu, pada kesempatan ini, perkenankan kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada:

  1. Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bitung selaku mitra penyelenggaran pemerintahan daerah atas kerjasamanya dan sinergi harmonis yang terjaga selama ini
  2. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atas koordinasi, komunikasi, serta sinergitas program lintas sektoral yang berhasil terlaksana selama ini, baik dengan jajaran TNI/Polri, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, serta instansi vertikal lainnya yang ada di Kota Bitung
  3. Para Pemuka Agama dan Tokoh-Tokoh Masyarakat yang telah menjadi pilar keutuhan dan kerukunan antar umat beragama di Kota Bitung, sebagai modal sosial yang sangat penting dalam menunjang kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan sosial-kemasyarakatan.
  4. Seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu, khususnya seluruh warga Kota Bitung yang atas kecintaan terhadap Kota ini telah mendukung kami dengan sepenuh hati untuk menyukseskan berbagai program yang kami agendakan bagi seluruh rakyat yang juga kami cintai dan banggakan.

Demikian laporan dua tahun kepemimpinan MAMA. Harapan kami, dukungan yang sama bahkan lebih besar dapat kami terima untuk menjalani sisa tiga tahun kepemimpinan kami di periode ini, guna mewujudkan Prioritas Pembangunan yang lain sebagai pemenuhan janji dan tanggung jawab moral kami demi kemajuan dan Kesejateraan Masyarakat Kota Bitung. Kota Bitung harus lebih baik dari hari ini.(hms/jr)