Informasi Terkini Sulawesi Utara - Media Online Sulut|Wednesday, December 19, 2018
  • Formulir Kelengkapan Persyaratan Administrasi Dapat Di Unduh Pada http://kpu-sulutprov.go.id
  • PENGUMUMAM PENDAFTARAN CALON ANGGOTA KPU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA PERIODE 2018-2023
  • Jual Tanah di Jalan.SEA, Sertifikat Hak Milik, Luas Tanah 2.777M2. Tertarik : Hub.081 340 733 991
Anda disini: Home » Berita Sulut » 10 Hari Menghilang, Pangkerego Ditemukan Tidak Bernyawa di Perkebunan Malengke

10 Hari Menghilang, Pangkerego Ditemukan Tidak Bernyawa di Perkebunan Malengke 

_IMG_000000_000000

SULUTDAILY, Ratahan – Yus Pangkerego, pria berusia 49 tahun, warga kelurahan Lowu Dua, lingkungan IV, yang dikabarkan hilang sejak 19 November lalu, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di perkebunan Malengke, kelurahan Nataan, kecamatan Ratahan, kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), pada Rabu (28/11/2018).

Menurut informasi dari pihak kepolisian sektor Ratahan, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Agustina Pangkerego (57) bersama Melda Poneke (35), yang tak lain adalah kakak serta keponakan dari korban. Dan ketika ditemukan, mayat korban dalam posisi terlentang menghadap keatas, serta mengenakan celana pendek warna coklat tanpa menggunakan baju, bagian tangan kaki sudah kelihatan tulang, dan rangka tengkorak kepala telah nampak terlihat.

“Saat Agustina bersama Melda tiba di perkebunan Malengke sekira pukul 10.00 Wita, keduannya lalu melihat sesosok mayat dan jasadnya tinggal tulang terbungkus kulit. Kemudian, setelah diamati melalui celana yang dikenakan, mereka menyimpulkan bahwa korban adalah Yus Pangkerego. Melihat hal itu mereka langsung menginformasikan penemuan mayat tersebut kepada Markus Uway, selaku ketua rukun setempat kemudian melaporkan hal terkait ke pihak kepolisian,” terang Kapolsek Ratahan, Kompol Sammy Pandelaki.

Kapolsek menambahkan, dari keterangan keluarga yakni Agustina Pangkerego bahwa, sudah sekitar 10 hari lalu sejak Senin 19 November 2018 yang bersangkutan keluar rumah. Serta selain seringkali mengeluh sakit pada bagian perut, korban juga mengalami gangguan jiwa. Namun, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan direncanakan akan segera dimakamkan.

Selanjutnya, dari hasil pemeriksaan petugas medis, almarhum sudah meninggal sekitar 6 sampai 10 hari lalu, karena melihat kondisi mayat yang tinggal tulang belulang terbungkus kulit pada bagian-bagian tertentu. Pada saat dipindahkan kedalam peti tulang-tulangnya juga sudah mulai terlepas dari persendian. (Hengly Langoy)